Pasangan suami istri Go Beng Ho atau Heri Gozali dan Suryati atau Hong Nio berwasiat kepada ketujuh anaknya untuk menyimpan abu jenazah di rumah setelah kedua pasangan itu meninggal.

Sebagai bentuk rasa bakti dan hormat kepada orang tua yang telah meninggal, ketujuh anak menyimpan abu di rumah yang berlokasi di Pasar Lama Tangerang atau lebih dikenal dengan kawasan Cina Benteng.

Seperti warga keturunan tionghoa lainnya anak-anak Go Beng Ho diajari tradisi sembayang untuk keluarga yang pergi lebih dulu. Biasanya dalam setahun ada tiga hari dalam kalender cina seperti Che Ko, Cheng Beng, dan Ko Nyan.

Tradisi tersebut digunakan untuk memanggil arwah leluhur agar datang ke rumah dan disajikan makanan kesukaan mendiang saat masih hidup. Mereka percaya dengan menyiapkan makanan yang dihidangkan di meja abu, arwah orang tua mereka akan datang bersama dengan arwah keluarga yang lain untuk santap bersama.

Namun, tradisi merawat abu jenazah di rumah kian terancam jika tidak diteruskan kepada generasi muda karena menyimpan abu jenazah di rumah abu dan melarungkannya di lautmenjadi pilihan yang lebih mudah.

Foto dan Teks by Rifkianto Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *