Jejak Tangan Pekerja Keras

Jejak Tangan Pekerja Keras

Setiap orang memiliki Jejak berbeda-beda. Begitu juga denga tangan manusia yang memiliki ukuran berbeda. Jenis pekerjaan manusia yang dijalani juga sangat beragam. Hingga tertinggal sebuah bekas tanda sehabis bekerja ditangan yang juga mempunyai bentuk beda. Bekas tanda disini digunakan se-bagai bentuk gambar yang tampak. Tangan merupakan organ tubuh gerak manusia yang berfungsi sangat vital untuk aktivitas. Bagian tubuh ini juga memiliki struktur unik. Kekuatan yang memadai dapat membentuk dasar fungsi tangan normal dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedikitnya, berbagai macam profesi yang ada, rata-rata dilaku-kan menggunakan tangan. Menurut Saya, melakukan Pekerjaan keras mungkin dapat disadari berpengaruh kepada bentuk tangan si pekerja. Dampak yang dialami tangan seorang pekerja, biasanya bisa membuat telapak itu kotor, bahkan sampai yang mengalami terluka dan terpotong. Menjadi seorang Pekerja keras sangat membutuhkan suatu pondasi, pengorbanan dan kekuatan hidup. Namun apakah dari telapak tangan, kita dapat melihat dan menilai seorang pekerja itu sebagai pekerja keras? Foto dan Teks By Yudi Julianto ...
Read More
BAKTI SETELAH PERGI

BAKTI SETELAH PERGI

Pasangan suami istri Go Beng Ho atau Heri Gozali dan Suryati atau Hong Nio berwasiat kepada ketujuh anaknya untuk menyimpan abu jenazah di rumah setelah kedua pasangan itu meninggal. Sebagai bentuk rasa bakti dan hormat kepada orang tua yang telah meninggal, ketujuh anak menyimpan abu di rumah yang berlokasi di Pasar Lama Tangerang atau lebih dikenal dengan kawasan Cina Benteng. Seperti warga keturunan tionghoa lainnya anak-anak Go Beng Ho diajari tradisi sembayang untuk keluarga yang pergi lebih dulu. Biasanya dalam setahun ada tiga hari dalam kalender cina seperti Che Ko, Cheng Beng, dan Ko Nyan. Tradisi tersebut digunakan untuk memanggil arwah leluhur agar datang ke rumah dan disajikan makanan kesukaan mendiang saat masih hidup. Mereka percaya dengan menyiapkan makanan yang dihidangkan di meja abu, arwah orang tua mereka akan datang bersama dengan arwah keluarga yang lain untuk santap bersama. Namun, tradisi merawat abu jenazah di rumah kian terancam jika tidak diteruskan kepada generasi muda karena menyimpan abu jenazah di rumah abu dan melarungkannya di...
Read More
Menolong Sesama Ala Superhero

Menolong Sesama Ala Superhero

Suatu hari saya menonton sebuah channel youtobe dan saya menemukan sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang sosial, berkostumkan layak nya Petter Parker saat menjadi spider-man untuk mengupas kejahatan. Spider-man yang satu ini memiliki tugas mulia. Komunitas tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak baik panti asuhan, yayasan, charity dan anak jalan untukmenghibur dan menyemangati. Bermula, kemunculan Spider Verse Indonesia terjadi ketika seorang anak laki-laki bernama Jose Edward dirawat di rumah sakit surabaya. Jose memiliki penyakit langka tak lain Spinal Muscular Atrophy (SMA), penyakit Genetic otot saraf dan lain-lain. Sehingga penyakit yang dideritanya pun tak bisa dierakan. Patia Marbun salah satu pendiri spider Verse Indonesia pun turut antusias membantu menghibur Jose melalui karater Spider-man, yang tak lain jose menyukai karakter tersebut. Saat itulah, Patia pun berinisiatif membuat Komunitas Spider Verse Indonesia pada 25 Mei 2017 yang bertujuan untuk mewadahi bagi anak-anak untuk bersemangat baik panti asuhan, anak, jalanan dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, komunitas pun turut melakukan galangan dana di berbagai tempat. Nama...
Read More
Bunga di Reruntuhan

Bunga di Reruntuhan

Dengan senyum lebar dan penuh canda, Maya (nama samaran) menemani malam kami di tengah lahan gusuran. Pada pertemuan pertama itu, nasibnya sedang terdesak dampak sengketa lahan. Pun demikian, Maya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Ia menuangkan anggur ke gelas kami dengan perlahan. Sesekali, Ia sisipkan pula banyolan. Pada satu kesempatan, Ia bertanya, “Dek, mau ngapain sih? Kok mau dateng kemari?”. Pertanyaan retoris ini mungkin ditujukan pada dirinya sendiri yang tidak terlalu ingin memikirkan penggusuran yang mengancam pekerjaannya. Maya, 39 tahun, adalah salah satu seorang Lady Companion (LC) sekaligus Pekerja Seks Komersial (PSK) yang penghasilannya berkurang drastis sejak diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kini, Ia tidak hanya menanggung akibat dari larangan berkerumun di tengah pandemi Covid-19, tetapi juga dampak langsung penggusuran. Di tengah kesulitan tersebut, Ia kerap menghadapi pahitnya cibiran saat meminta bantuan. Pada awal tahun 2021 sebuah perusahaan dan ormas mengeksekusi lahan seluas 2.000 hetare yang dihuni sekitar 20.000 warga termasuk Maya, kini ia tinggal bersama enam pekerja seks lainnya dan...
Read More
Derma Garda Depan Pasukan Pemakaman Covid-19

Derma Garda Depan Pasukan Pemakaman Covid-19

Satu tahun sudah berlalu, wabah virus COVID-19 telah mengukir kisah ceritadan perjalanan panjang oleh masyarakat Indonesia khususnya para petugaspemakaman PLPJ di Pondok Rangon banyak cerita suka dan duka menjal-ani profesi yang menantang ini, arti menantang disini bukan hanya beranimenindak keadilan semata, tapi sebagai garda depan pasukan hijau yangmembantu tanpa pamrih prosesi pemakaman dengan terror mengerikan bagidunia saat ini. Profesi ini pada awalnya dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang,banyak sekali arti hidup yang bisa didapatkan bukan hanya dari popularitasprofesi dan penghasilan yang berkecukupan bagi seseorang untuk hidup se-jahtera. Fenomena pemakaman pun mendadak menjadi sorotan publik ketikakasus terror ini ada di Indonesia dan dunia. Memasuki awal tahun 2020 dibulan Maret kasus pertama COVID-19 muncul berbagai macam cara dilakukanoleh masyarakat melindungi diri dan keluarga dari ancaman wabah pandemicini mulai dari panic buying yang merupakan sifat non-ilmiah dari seseorangdibawah tekanan situasi karena adanya dampak ini para pekerja sulit untukmembeli alat pelindung diri, masker, baju hazmat, dll. Sampai dengan dipuncak angka mortalitas kematian meningkat di bulan...
Read More