Pewarta Foto Indonesia adalah organisasi nirlaba yang bertujuan memajukan dan melindungi kepentingan pewarta foto sebagai sebuah profesi yang terhormat, memiliki keterampilan khusus dan mengemban peran sejarah dalam membuat serta menyiarkan berita foto dan tulisan seluas-luasnya bagi kepentingan masyarakat umum, baik melalui media massa dimana ia bekerja maupun melalui jaringan-jaringan mandiri.

Pewarta Foto Indonesia melindungi hak profesi dan azasi pewarta foto dalam fungsinya sebagai serikat pekerja yang secara konsisten menyusun dan menegakkan standar etika dan profesi pewarta foto, melakukan advokasi bagi anggotanya dan pewarta foto pada umumnya, memperjuangkan hubungan kerja yang adil dengan mitra-mitranya, menjalin jaringan kerjasama internasional, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi dan karya pewarta foto melalui kegiatan pameran, pendidikan, penerbitan dan penghargaan.

Berdasarkan AD/ART PFI yang tercantum dalam BAB III – Keanggotaan Pasal 8 yang berbunyi, “Anggota PFI adalah pewarta foto negara Indonesia yang bekerja pada media cetak, media online, kantor berita maupun pewarta foto lepas (freelance) yang karyanya dimuat secara konsisten”.

Dan berdasarkan Pasal 9 tentang Sifat Keanggotaan yang berbunyi, “Sifat keanggotaan terbuka dan harus mendaftarkan diri untuk bisa diterima sebagai anggota dengan syarat seperti disebut dalam pasal 8 Anggaran Dasar”. Maka, setiap pewarta foto yang akan mendaftarkan diri untuk menjadi anggota PFI, harus mengisi Formulir Registrasi Keanggotaan PFI seperti yang terlampir.

Semua pewarta foto yang mendaftarkan diri, sekurang-kurangnya telah tercatat sebagai pewarta foto sebuah media selama minimal 1 (satu) tahun bekerja.

*) untuk pewarta foto yang berstatus karyawan tetap, wajib menyertakan fotokopi ID Press yang dikeluarkan oleh media tempat pewarta foto yang bersangkutan bekerja.

**) untuk pewarta foto yang berstatus calon karyawan atau karyawan kontrak atau koresponden/ stringer, diwajibkan menyertakan surat keterangan yang menerangkan bahwa memang pemohon adalah benar merupakan pewarta foto calon karyawan atau karyawan kontrak atau koresponden/ stringer di media tersebut. Surat tersebut ditanda tangani oleh pemimpin redaksi media, tempat pewarta foto yang bersangkutan bekerja.

***) Untuk pewarta foto freelance, wajib menyertakan bukti minimal berupa link website media dimana karya pewarta foto yang bersangkutan secara regular mengkontribusikan karyanya.